Personal Branding

Agency Specialist SEO, AISO, GEO, dan SEM | Vaya Digital

Agency Specialist SEO, AISO, GEO, dan SEM | Vaya Digital

“Agency mu bisa SEO SEM? Itu yg nomor 1 di Google.”

“Agency mu bisa AISO GEO? Itu yg web kita disebut sama si AI.”

Bisa bisa bisa. Tanpa pake agency pun juga bisa. Ini aku bongkar rahasianya kalau kamu jalankan sendiri ya. Kalau ga ada waktu atau terlalu ribet, aman, tinggal kontak Vaya Digital Agency Specialist SEO, AISO, GEO, dan SEM.

Klik aja button WA di kanan bawah buat langsung konsul dengan team Vaya.

Okeh, berikut ya, aku buat step by step. SEO Mastery, ilmu ini mahal, tapi ku kasih gratis. Kecuali pakai jasa kita, baru deh bayar.
Dan yang aku tulis disini adalah sisi practicalnya aja ya, yang sekiranya awam bisa gas kan. Kalau terlalu teknikal puyeng alhasil ga mulai-mulai.

Agency Specialist SEO On Page vs Off Page

Step 1 – On Page SEO

Ini turunannya banyak ni. Setiap literatur atau guru punya caranya sendiri, nah ini caraku. Sudah dari 2018 ku praktekkin dan works sampai sekarang.

Copywriting

Pertama adalah copywriting atau tulisan di sebuah website dulu, untuk kemudian tulisan di artikel. Tulisan di website itu harus enak dibaca, seamless, dan tentu saja mengandung keyword yang dituju.

Meta Title

Ini judul yang nongol di hasil pencarian Google, bukan judul artikel di dalam webmu ya. Sering sih sama, tapi fungsinya beda.
Aturanku simpel: taruh keyword di depan, jangan di belakang. Soalnya yang dibaca duluan sama orang dan sama Google ya yang depan.

Panjangnya jaga di sekitar 55-60 karakter aja. Kalau kepanjangan, ujungnya bakal kepotong jadi titik-titik di Google, kurang enak diliat.

Meta Description

Nah ini tulisan pendek di bawah meta title, yang muncul di hasil pencarian juga. Tugasnya bukan buat naikin ranking, tapi buat narik orang biar ngeklik.
Isi sekitar 150-160 karakter, masukkin keyword plus satu alasan kenapa orang harus klik webmu. Anggep aja ini iklan mini gratisan di Google.

Struktur Konten (Heading 2, Heading 3)

Anggep aja heading itu kaya daftar isi buku. H1 cuma satu, yaitu judul utama, terus H2 buat bagian besar, H3 buat sub bagian di dalamnya.
Jangan loncat-loncat, misal dari H2 langsung ke H4. Google jadi bingung bacanya, pembaca juga susah nyari poin yang dia mau.
Struktur yang rapi itu bikin dua-duanya happy: Google gampang ngerti isi webmu, pembaca gampang nge-skip ke bagian yang dia cari.

Internal Link

Ini link yang nyambungin satu halaman ke halaman lain di web kamu sendiri. Misal artikel SEO ini ku kasih link ke halaman service SEO Vaya.
Gunanya bikin orang betah muter-muter di webmu, ga cuma baca satu terus cabut. Bonusnya, “kekuatan” satu halaman bisa ngalir ke halaman lain.

Pasang yang relevan aja ya, jangan asal nge-link. Dan anchor text-nya bikin natural, jangan “klik disini” mulu.

External Link

Kebalikannya, ini link keluar ke website lain. Misal kamu nyebut data atau referensi, link aja ke sumber aslinya.
Ini bikin tulisanmu keliatan kredibel, ga ngarang sendiri. Google juga suka konten yang ngerujuk ke sumber yang bagus dan terpercaya.

Tipsku, set biar kebuka di tab baru, jadi pengunjung ga langsung kabur dari webmu. Dan pilih sumber yang otoritasnya kuat, jangan web abal-abal.

Gambar

Gambar itu penting buat mempercantik dan bikin pembaca ga bosen. Tapi hati-hati, gambar tu biang kerok web jadi lemot.

Aturan wajibku: ukuran ga boleh lebih dari 100kb, harus di-compress dulu tapi tetep jernih. Formatnya pakai WebP, bukan JPG atau PNG, soalnya WebP jauh lebih ringan tapi kualitas tetep oke.

Web yang berat itu loadingnya lama, Google ga suka, pengunjung apalagi. Belum sempet kebuka udah di-close duluan.

Alt Text Image

Ini bagian yang sering dilupain orang. Jadi gini, Google tu sebenernya ga bisa “ngeliat” gambar.
Yang dia baca itu alt text, alias deskripsi tulisan dari gambar tersebut. Makanya tiap gambar wajib dikasih alt text yang jelas.

Isi alt text-nya jelasin gambar itu apa, sekalian selipin keyword secara natural. Selain bantu SEO, ini juga bikin webmu lebih ramah buat yang punya keterbatasan penglihatan.

Keyword

Keyword itu kata atau frasa yang diketik orang pas nyari sesuatu di Google. Ini jantungnya SEO, jadi jangan asal nebak.
Riset dulu orang tu sebenernya ngetik apa, baru kamu pakai. Percuma optimasi keyword yang ga ada yang nyari.

Sebarin keywordnya natural ya: di meta title, paragraf pertama, heading, sama body tulisan. Tapi inget, jangan dijejelin sampai berlebihan, itu namanya keyword stuffing dan malah bikin kena penalti Google.

URL

Terakhir, URL atau alamat halamanmu harus jelas dan rapi. Jangan ada angka-angka random atau simbol aneh kaya “?id=12345”.
Bikin yang gampang dibaca manusia maupun Google, dan masukkin keyword di dalamnya. Struktur sub-link-nya juga harus logis.
Contohnya gini: vaya.co.id/services/seo, langsung ketauan kan ini halaman apa. Rapi, jelas, dan enak diinget.

Oke, itu semua buat Step 1 – On Page SEO. Kalau semua poin di atas kamu jalanin, fondasi web kamu udah jauh lebih kuat dari kebanyakan kompetitor.

Sekarang kita naik ke Step 2.

Agency Specialist - Table

Step 2 – Off Page SEO

Kalau on page itu beresin urusan di dalam webmu, off page tu kebalikannya: usaha di luar web buat naikin reputasi. Anggep aja gini, on page bikin webmu pinter, off page bikin webmu terkenal dan dipercaya.

Ini yang ku praktekkin dan paling ngefek buat klien-klienku.

Backlink

Ini rajanya off page SEO. Backlink itu link dari website lain yang ngarah ke webmu.
Anggep aja kaya rekomendasi atau “vote”. Makin banyak web bagus yang ngerekomendasiin kamu, makin Google nganggep webmu layak diandelin.

Tapi inget, kualitas di atas kuantitas. Satu backlink dari web kredibel itu jauh lebih berharga daripada 100 backlink dari web sampah.

Cara dapetinnya macem-macem: guest post di web lain, daftar di direktori bisnis, kerjasama sama web yang setopik, atau bikin konten yang emang bagus sampai orang mau nge-link sendiri.

Google Business Profile

Kalau bisnismu punya lokasi atau target lokal, ini wajib hukumnya. Daftarin bisnismu di Google Business Profile, gratis.
Ini yang bikin bisnismu muncul di Google Maps dan di pencarian lokal, lengkap sama alamat, jam buka, sama foto. Buat bisnis lokal, ini sering lebih ngefek daripada artikel panjang.

Jangan lupa minta review dari customer yang puas. Rating bintang sama review itu ngaruh banget ke kepercayaan calon pembeli.

Social Signal

Aktif di medsos dan rajin share kontenmu ke sana. Memang ini ga langsung naikin ranking, tapi dampaknya nyata.

Konten yang rame di medsos bakal lebih cepet ketemu orang, traffic ke webmu naik, dan peluang dapet backlink natural juga ikut naik. Jadi medsos sama website itu harusnya jalan bareng, bukan terpisah.

Agency Specialist SEO Technical

Step 3 – Technical SEO

Nah ini bagian yang paling sering dianggep “puyeng”, tapi tenang, aku jelasin versi awamnya aja. Intinya technical SEO itu mastiin mesin webmu sehat, biar Google gampang masuk dan baca isinya.

Percuma tulisan bagus dan backlink banyak kalau webmu sendiri bermasalah di dapurnya.

Kecepatan Web

Ini nomor satu. Web yang lemot tu dosa besar di mata Google dan pengunjung.
Orang sekarang ga sabaran, kalau 3 detik belum kebuka udah ditinggal. Makanya tadi di Step 1 aku tekenin soal compress gambar, ini salah satu kuncinya.

Cek kecepatan webmu pakai Google PageSpeed Insights, gratis. Dari situ ketauan apa aja yang bikin berat dan harus dibenerin.

Mobile Friendly

Mayoritas orang buka web dari HP, bukan laptop. Jadi webmu wajib enak diliat dan dipakai di layar kecil.

Google sekarang nilai webmu dari versi mobile-nya duluan, bukan desktop. Kalau di HP berantakan, tombol susah dipencet, ya siap-siap aja ranking-nya anjlok.

HTTPS (SSL)

Coba liat alamat webmu, ada gembok kecil di sebelahnya ga? Itu tandanya web kamu pakai HTTPS alias udah aman.

Web yang masih HTTP doang bakal dikasih label “Not Secure” sama browser, pengunjung jadi serem mau masuk. Google juga lebih milih web yang aman, jadi pasang SSL itu udah ga bisa ditawar.

Sitemap & Robots.txt

Dua ini kaya peta dan rambu buat Google. Sitemap itu daftar semua halaman penting di webmu, biar Google ga ada yang kelewat.

Robots.txt itu sebaliknya, ngasih tau Google halaman mana yang ga usah dibaca. Submit sitemap-mu lewat Google Search Console, ini tools wajib yang juga gratis.

Structured Data (Schema)

Ini agak advance, tapi efeknya keren. Schema itu kode tambahan yang bantu Google paham konten webmu lebih detail.

Misal kamu kasih schema buat review, di hasil pencarian bisa muncul bintang-bintang kuning itu. Atau schema FAQ, bisa muncul pertanyaan-jawaban langsung di Google.

Tampilan kaya gini bikin webmu lebih nyolok dibanding kompetitor, dan orang jadi lebih gampang ngeklik.

Penutup

Oke, itu tadi tiga step utama SEO versi praktis dari aku: On Page, Off Page, sama Technical. Kalau ketiganya kamu garap konsisten, percaya deh, hasilnya bakal keliatan.

Cuma ya itu, SEO itu maraton, bukan sprint. Butuh waktu, ketelatenan, dan jam terbang.

Kalau kamu ngerasa ribet atau ga ada waktu buat ngurusin semua ini sendiri, ya udah, serahin aja ke yang udah biasa. Tinggal klik button WA di kanan bawah, ngobrol santai dulu sama team Vaya, nanti kita yang turun tangan.

MY RECENT STORIES