Cara Riset Keyword ala Pemula, Gratis & Gampang | VAYA Digital
Mau bikin konten yang rame pengunjung? Jangan asal nulis dulu.
Soalnya percuma kamu capek-capek nulis artikel kalau ternyata ga ada yang nyari topiknya.
Di sinilah riset keyword main peran.
Tenang, ini ga seseram kedengarannya.
Aku jelasin cara riset keyword paling dasar, pakai tools gratisan.
Apa Itu Keyword dan Kenapa Harus Diriset
Keyword itu kata atau frasa yang diketik orang pas nyari sesuatu di Google.
Misal “sepatu lari murah” atau “cara ganti oli motor”.
Kalau kamu ngerti orang ngetik apa, kamu bisa bikin konten yang persis jawab kebutuhan mereka.
Riset keyword ini jantungnya SEO.
Mau ngerti gambaran besarnya, baca dulu apa itu SEO.

Kenali Dulu Jenis Keyword
Sebelum riset, kenali dua hal penting.
Short-tail vs Long-tail
Short-tail itu keyword pendek dan umum, kaya “sepatu”.
Volumenya gede tapi kompetisinya ngeri.
Long-tail itu lebih panjang dan spesifik, kaya “sepatu lari pria untuk kaki lebar”.
Volumenya lebih kecil, tapi lebih gampang menang dan biasanya lebih siap beli.
Buat pemula, ngejar long-tail dulu itu strategi paling masuk akal.
Search Intent
Ini soal niat di balik pencarian. Orang ngetik “apa itu SEO” beda niatnya sama yang ngetik “jasa SEO”.
Yang pertama lagi belajar, yang kedua siap beli. Kontenmu harus nyambung sama niat ini.

Langkah Riset Keyword
Ini urutan paling sederhananya.
1. Brainstorm Topik
Tulis dulu semua topik yang nyambung sama bisnismu.
Posisikan diri sebagai calon pelangganmu, mereka kira-kira nyari apa?
2. Pakai Tools
Masukin topik tadi ke tools riset keyword.
Dari situ kamu dapet ide keyword turunan plus perkiraan volumenya.
3. Cek Volume dan Kompetisi
Pilih keyword yang ada yang nyari (volume cukup) tapi kompetisinya ga terlalu berat.
Sweet spot-nya biasanya di long-tail.
4. Cek Search Intent
Sebelum fix, ketik keyword itu di Google dan liat hasil yang muncul.
Itu kasih kamu petunjuk konten kaya apa yang Google anggap pas.
Tools Riset Keyword Gratis
Ga perlu langsung beli tools mahal. Buat mulai, ada yang gratis.
Google Keyword Planner kasih kamu data volume pencarian.
Sementara Google Trends bantu liat tren naik-turunnya sebuah topik.
Dua ini aja udah cukup buat pemula sebelum upgrade ke tools berbayar kaya Ahrefs atau SEMrush.

Udah Dapat Keyword, Terus Ngapain?
Keyword yang udah kamu pilih tinggal dipakai buat bikin konten.
Sebarin natural di judul, heading, dan body tulisan, jangan dijejelin berlebihan.
Lengkapnya soal cara nerapin keyword ke konten, baca cara meningkatkan ranking Google.
Kalau riset dan nulisnya kerasa makan waktu, ini yang biasa kami bantu lewat jasa penulisan artikel SEO.
Mau diskusi dulu? Klik tombol WhatsApp di kanan bawah.